DISUSUN OLEH :
1. Tira Vieri A (XII IPA4)
2. Hendro Lois (XII IPA4)
3. Dika Yuzril (XII IPA4)
SMA NEGERI 6 BANDUND
2013/2014
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ……………………………………………………………………i
Daftar
Isi …………………………………………………………………………ii
Bab
I Pendahuluan
a.
Latar Belakang
……………………………………………………………1
b.
Identifikasi
Masalah ………………………………………………………2
c.
Rumusan Masalah ………………………………………………………...2
d.
Tujuan
…………………………………………………………………….2
Bab
II Tinjauan Pustaka
a.
Dekripsi Teori
…………………………………………………………….3
b.
Kerangka Berpikir
……………………………………………….………..5
c.
Hipotesis
…………………………………………………………………..5
Bab
III Metodologi
Penelitian
a.
Waktu dan Tempat
Penelitian ……………………………………………6
b.
Obyek Penelitian
…………………………………………………………6
c.
Alat dan Bahan
…………………………………………………………...6
d.
Prosedur Kerja
……………………………………………………………6
e.
Variabel Penelitian
……………………………………………………….7
1. Variabel Bebas
2. Variabel Tergayut
Bab
IV Hasil Pembahasan
a.
Hasil
…………………………………………………………………….8
b.
Pembahasan
…………………………………………………………….8
Bab
V Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
……………………………………………………………9
b. Saran
…………………………………………………………………..9
Daftar
Pustaka …………………………………………………………………10
Lampiran
………………………………………………………………………11
|
ii
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan
sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.)
merupakan tumbuhan yang sering kita jumpai.
Tak sulit untuk mencari tanaman tersebut. Selain harganya yang relatif
terjangkau dan produksinya melimpah, tanaman ini juga memiliki nilai gizi yang
tinggi.
Produksi
sawi hijau dari beberapa negara di Asia bervariasi. Di Philipina, sawi
merupakan salah satu sayuran daun utama dengan rata-rata produksi
25.500 ton dari 3.800 ha pada tahun 1983-1986. Malaysia memproduksi 50.000 ton
sayuran daunBrassica dari 1250 ha pada tahun 1986, dimana
setengahnya adalah sawi. Di China, mencapai 30-40% dari total produksi sayuran
(Tay dan Toxofeus, 1998).
Sawi merupakan sumber
vitamin dan mineral. Tiap 100 g segar mengandung 93 g air, 1,7 g protein, 0,2 g
lemak, 3,1 g karbohidrat, dan 0,7 g serat. Pak Choi juga merupakan sumber
vitamin dan mineral yang bak seperti 53 g vitamin C, 2,3 mg β-karoten, 102 mg
Ca, 46 mg P, dan 2,6 mg Fe dalam 100 g bobot segar (Tay dan Toxofeus, 1998).
|
1
|
Brassica rapa var. parachinensis L. memiliki
prospek yang bagus untuk dikembangkan di Indonesia karena budidayanya yang
mudah serta kandungan gizinya.Tumbuhan sawi dapat tumbuh di
dataran tinggi maupun dataran rendah. Namun, belum diketahui pasti bagaimana
pengaruh air terhadap tumbuhan sawi. Oleh karena itu perlu diteliti lebih
mendalam bagaimana pengaruh air terhadap tumbuhan tersebut.
Berdasarkan
permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh air
terhadap pertumbuhan tanaman Brassica rapa var.
parachinensis L.
B. Identifikasi Masalah
Pertumbuhan sawi erat hubungannya dengan faktor dalam danfaktor luar.
Faktor luar seperti makanan, cahaya, dan kelembaban sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan suatu tanaman. Dalam hal ini, kelompokkami akan menguji jumlah
kadar air terhadap tanaman sawi hijau. Sawi hijau merupakan salah satu tanaman
yang termasuk dalam tanaman yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran
rendah. Namun, diduga banyaknya air dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman sawi
hijau. Jadi, perlu diteliti bagaimana pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman
tersebut.
C. Rumusan Masalah
1. Apakah intensitas
air mempengaruhi pertumbuhan tanaman Brassica rapa var.
parachinensis L.?
2. Bagaimana pengaruh
intensitas air terhadap pertumbuhan tanaman Brassica rapa var.
parachinensis L.?
3. Apa yang terjadi
jika tanaman Brassica rapa var. parachinensis L.
kekurangan air?
D. Tujuan
Mengetahui pengaruh
kelembaban terhadap pertumbuhan tanaman Brassica rapa var. Parachinensis L.
|
2
|
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teori
1. Sawi Hijau
|
Indonesia:
|
Sawi hijau, sawi
bakso, caisim, caisin
|
|
Inggris:
|
False pakchoi, Mock
pakchoi
|
|
Thailand:
|
Phakkat kheo
kwangtung
|
|
Cina:
|
Cai xin
|
Sawi Hijau
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi:
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi:
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas:
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub
Kelas: Dilleniidae
Ordo:
Capparales
|
3
|
Famili:
Brassicaceae (suku sawi-sawian)
Genus:
Brassica
Spesies: Brassica
rapa var. parachinensis L.
1.1. Struktur morfologi sawi hijau
Haryanto
(1994) menjelaskan bahwa sawi hijau termasuk herba semusim yang mudah tumbuh.
Perkecambahannya epigeal. Setelah daun ketiga dan seterusnya akan membentuk
setengah roset dengan batang yang cukup tebal, namun tidak berkayu. Daun elips, dengan
bagian ujung biasanya tumpul. Warnanya hijau segar, biasanya tidak berbulu.
Menjelang berbunga sifat rosetnya agak menghilang, menampakkan batangnya.
Bunganya kecil, tersusun majemuk berkarang. Mahkota bunganya berwarna kuning,
berjumlah 4 (khas Brassicaceae). Benang sarinya 6, mengelilingi satu putik.
Buahnya menyerupai polong tetapi memiliki dua daun buah dan disebut siliqua.
1.2. Habitat sawi hijau
Sawi dapat tumbuh di dataran rendah mapun dataran
tinggi.
2. Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh air, makanan,
nutrisi, cahaya matahari, kelembaban, gen, dan hormon.
2.1. Air
Kekurangan air pada
tanah menyebabkan terhambatnya proses osmosis. Proses osmosis akan terhenti
atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma
sel-sel tumbuhan, sehingga tanaman kering dan mati.
Fungsi air antara
lain:
|
4
|
a. Untuk
fotosintesis.
b. Mengaktifkan
reaksi-reaksi enzim atau sebagai medium reaksi enzimatis
c. Membantu
proses perkecambahan biji.
d. Menjaga (mempertahankan
kelembapan).
e. Untuk
transpirasi.
f. Meningkatkan
tekanan turgor sehingga merangsang pembelahan sel.
g. Menghilangkan
asam absisi.
h. Sebagai
pelarut, air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak
langsung memengaruhi laju metabolisme.
B. Kerangka Berpikir
Air merupakan salah
satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Tanaman
yang kekurangan air akan layu dan tumbuh tidak sehat.Sedangkan, tanaman yang mendapat cukup air akan tumbuh subur dan sehat.
Berdasarkan hal tersebut, maka pkami meneliti pengaruh air terhadap tumbuhan
sawi.
C. Hipotesis
1. Air berpengaruh
terhadap pertumbuhan tanaman sawi.
2. Tanaman sawi yang
kekurangan air akan layu dan tumbuh tidak sehat.
3. Tanaman sawi yang mendapat cukup air akan tumbuh subr dan sehat.
|
5
|
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat
Penelitian
Waktu :
9 November 2013
– 30 November 2013
Tempat :
B. Obyek Penelitian
Brassica rapa var. parachinensis L.
atau lebih dikenal dengan sawi hijau
C. Alat dan Bahan
Alat :
2. 2 pot ukuran sedang
3. Penyemprot air
4. Penggaris
5. Gelas ukur
Bahan :
1. tanah
siap tanam
2. Benih Brassica
rapa var. parachinensis L.
D. Prosedur Kerja
Cara Kerja:
1. Pot yang telah diisi dengan tanah disiram dengan air.
|
6
|
2. Benih
disebar ke dalam 2 pot yang telah diisi dengan tanah dan disiram.
3. Tanaman sawi disiram pada pagi dan sore hari
4. Setiap hari pot pertama disiram dengan 50 ml air dan pot
kedua dengan 200 ml air.
5. Masing-masing tanaman sawi diukur tingginya.
6. Hasil
pengamatan dimasukkan ke dalam tabel pengamatan.
E. Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas
Banyaknya air yang digunakan untuk menyiram tanaman sawi.
2. Variabel Tergayut
Tinggi, jumlah daun, lebar daun Brassica rapa var. parachinensis L.
|
7
|
BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
A. Hasil
|
Pot 1
|
Pot 2
|
|
|
Tinggi
|
10 cm
|
8 cm
|
|
Jumlah daun
|
4
|
3
|
|
Lebar daun
|
2 cm
|
1,5 cm
|
B. Pembahasan
Hasil yang didapat
menunjukkan bahwa air merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan
sawi. Tanaman yang kekurangan air terbukti tumbuh lebih lambat daripada tanaman
yang mendapat cukup air. Tumbuhan yang
kekurangan air layu dan tidak sehat. Sedangkan, tumbuhan yang mendapat cukup
air akan tumbuh subur dan sehat.
|
8
|
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tanaman yang kekurangan air akan tumbuh lebih lambat daripada yang mendapat
cukup air. Tanaman yang kekurangan air akan layu dan tumbuh tidak sehat.
Sedangkan, tanaman yang cukup air akan tumbuh subur dan sehat.
B. Saran
Dengan adanya
penelitian ini, diharapkan pembaca mampu menerapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Bila ingin menanam air
harus memperhatikan banyaknya air yang diberikan.
|
9
|
DAFTAR PUSTAKA